Visemedia.id | Serang,- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang mencatat sejumlah capaian kinerja di berbagai bidang selama satu tahun pemerintahan Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah dan Wakil Bupati Serang Najib Hamas.
Capaian tersebut meliputi bidang pencegahan dan kesiapsiagaan, penanganan darurat, rehabilitasi dan rekonstruksi, serta pemadam kebakaran sebagai bagian dari upaya peningkatan pelayanan kepada masyarakat dalam penanggulangan bencana.
Sekretaris BPBD Kabupaten Serang, Fakih, mengatakan bahwa berbagai program dan kegiatan telah dilaksanakan untuk memperkuat kapasitas daerah dalam menghadapi potensi bencana sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat.
“BPBD Kabupaten Serang terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kebencanaan melalui penguatan aspek pencegahan, kesiapsiagaan, penanganan darurat, hingga rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana,” kata Fakih.
Pada bidang pencegahan dan kesiapsiagaan, BPBD Kabupaten Serang melaksanakan kegiatan sosialisasi komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) kebencanaan kepada masyarakat.
Selain itu, BPBD juga menggelar pelatihan mitigasi bencana serta membentuk Desa Tangguh Bencana melalui Program Indonesia Disaster Resilience Initiatives Project (IDRIP).
Sementara itu, pada bidang penanganan darurat, BPBD mencatat telah menangani 165 kejadian bencana pada periode Mei hingga Desember, serta 114 kejadian bencana pada periode Januari hingga Mei.
Selain penanganan kejadian bencana, BPBD Kabupaten Serang juga mencatat capaian indikator kinerja daerah. Pada tahun 2025, nilai Indeks Ketahanan Daerah (IKD) Kabupaten Serang mencapai 0,73, sedangkan nilai Indeks Risiko Bencana (IRB) tercatat sebesar 138,44.
Di bidang rehabilitasi dan rekonstruksi, BPBD telah melakukan survei lokasi pascabencana terhadap 200 unit bangunan yang terdampak.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari tahapan penanganan pascabencana guna mendukung proses rehabilitasi dan rekonstruksi.
Adapun pada bidang pemadam kebakaran, BPBD Kabupaten Serang berhasil mempertahankan waktu tanggap (response time) kebakaran selama 15 menit. Selain itu, telah terbentuk pos pemadam kebakaran di wilayah Anyer, Petir, Tanara, dan Jawilan untuk memperkuat jangkauan pelayanan kepada masyarakat.
Data penanganan kebakaran menunjukkan bahwa pada tahun 2025 terdapat 43 kejadian kebakaran dan 249 kejadian nonkebakaran yang ditangani petugas.
Sementara pada tahun 2026 hingga periode berjalan, tercatat 28 kejadian kebakaran dan 244 kejadian nonkebakaran.
Fakih berharap berbagai capaian tersebut dapat menjadi dasar untuk terus meningkatkan kapasitas kelembagaan dan pelayanan kebencanaan di Kabupaten Serang.
“Ke depan, kami akan terus memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan serta meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat agar risiko bencana dapat diminimalkan,” ujarnya.















































