Visemedia.id | Serang, Seorang pengusaha muda asal Desa Sukamanah, Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang, Banten, Budi Ridhollah, terpaksa harus melaporkan anak buahnya yang berprofesi sebagai supir pribadinya ke Polres Serang Kota.
Laporan tersebut dilakukan setelah supir berinisial AES diduga melakukan aksi penipuan, tidak hanya terhadap sang majikan, tetapi juga sejumlah koleganya.
Budi mengungkapkan, total kerugian dalam kasus ini diperkirakan mencapai lebih dari Rp1 miliar, dengan nilai kerugian yang bervariasi dari masing-masing korban.
“Kalau ditotal secara keseluruhan bisa lebih dari Rp1 miliar. Tapi yang sudah melapor resmi ada sembilan orang, dengan kerugian sekitar Rp324 juta,” ujar Budi, Minggu (29/3/2026).
Ia menambahkan, dirinya tidak hanya mengalami kerugian secara finansial, tetapi juga terdampak secara nama baik akibat ulah anak buahnya tersebut.
“Yang paling terasa itu bukan cuma uang, tapi nama baik saya juga ikut tercoreng. Banyak orang mengira itu benar dari saya,” katanya.
Berdasarkan keterangan Budi, modus yang digunakan pelaku adalah dengan meminjam uang kepada korban dengan mengatasnamakan dirinya.
Pelaku berdalih pinjaman tersebut digunakan untuk kebutuhan proyek, dengan iming-iming keuntungan sekitar 10 persen dari total dana yang diberikan.
Namun, seiring berjalannya waktu, uang yang dijanjikan tak kunjung dikembalikan. Para korban yang mulai curiga kemudian mengonfirmasi langsung kepada Budi.
“Saya kaget karena merasa tidak pernah menyuruh atau memberi kuasa kepada yang bersangkutan untuk meminjam uang ke siapa pun,” tegasnya.
Dari hasil penelusuran sementara, uang hasil penipuan tersebut tidak digunakan untuk proyek seperti yang dijanjikan. Sebaliknya, uang tersebut justru dipakai AES untuk memenuhi gaya hidup pelaku, mulai dari membeli ponsel iPhone, jam mewah, hingga menyewa mobil mewah.
Kasus ini kini tengah dalam penyelidikan Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Serang Kota.
Para korban berharap pihak kepolisian segera mengambil langkah tegas terhadap terduga pelaku agar tidak menimbulkan korban baru.
“Kami berharap pelaku segera diamankan. Jangan sampai ada korban lain lagi,” tutup Budi.

