VISEMEDIA.ID,LEBAK – Banjir menerjang ratusan warga desa Cipedang Kecamatan Wanasalam Kabupaten Lebak Banten terjadi sejak Sabtu 03/25 pukul 10 pagi.
Awal Tahun 2026 Sejumlah Wilayah Di Provinsi Banten Diterjang Bencana Banjir,Rumah,Sawah,Sekolah Hingga Kendaraan disapu bencana banjir.
“Dari tadi pagi jam sepuluhan,curah hujan nya terlalu banyak,hujan tiga hari berturut turut,malam ini mungkin ngungsi,”ujar Teti warga terdampak banjir.
Teti masih bertahan di warung nya meski air sudah masuk ke rumah nya,jika air terus naik maka rumah nya akan ditinggalkan untuk mengungsi.
13 RT di Desa Cipedang Kecamatan Wanasalam Kabupaten Lebak Banten terendam,warga resah karena debit air makin tinggi.
Desa Cipedang kerap jadi langganan bencana banjir setiap kali musim hujan,hal ini disebabkan luapan air sungai Cibinuangeun serta kondisi desa Cipedang lebih rendah dari pada air laut.
Bencana Banjir disini disebut sudah biasa,wargapun sudah terbiasa menghadapi banjir,ketika banjir menerjang warga disekitar mengungsi ke rumah saudara atau tetangga,”ges biasa didie mah ges biasa,13 RT biasa nya,Kata Hendri Ence Kades Cipedang.
Berdasarkan data dari Pemerintah Desa Cipedang ada sekitar 158 Kepala keluarga yang terdampak tersebar di 13 RT.
Meski banjir sudah merendam ratusan rumah,satu sekolah,lahan pertanian hingga madrasah Mathla’ul Anwar namun petugas BPBD belum juga turun ke lokasi.
Hendri menambahkan air akan terus meluap dari sungai Cibinuangeun karena debit air dari bendungan Cikoncang masih besar sementara akses pembuangan ke laut tersendat,air permukaan laut dinilai lebih tinggi dibanding dataran desa Cipedang.
Masih kata Kades Cipedang,Banjir terparah pernah terjadi pada tahun 2014 dan 2019 sementara untuk banjir di awal tahun 2026 masih relatif normal.
Untuk menangani masalah bencana banjir,kepala Desa terus berkoordinasi dengan unsur pemerintah termasuk BPBD.**

