VISEMEDIA.ID,SERANG – Libur lebaran,Ratusan tusuk sate Bandeng di jalan jendral Sudirman kota Serang Banten habis terjual oleh para wisatawan dan pemudik,rasa sate dinilai sangat nikmat sehingga wajar jika menjadi incaran warga luar daerah.
Makanan khas kesultanan Banten sate bandeng laris diburu wisatawan dan warga yang hendak arus balik.
Pedagang sate Bandeng tampak sangat sibuk mengolah dan memanggang sate guna memenuhi permintaan konsumen,hanya butuh waktu 15 menit untuk mematangkan sate,sate bandeng tanpa tulang dan tahan lama jika disimpan dilemari es.
Pada libur lebaran penjualan sate bandeng meningkat signifikan,hari biasa sate bandeng terjual 60 tusuk namun kini sehari bisa tembus 250 tusuk dengan harga pertusuk 45 ribu,sementara jika hari biasa pertusuk dijual hanya 40 ribu rupiah.
“Proses panggang sate bandeng membutuhkan waktu 15 menit,”kata Akim pedagang sate bandeng Rabu 25/26.
Penjualan sate bandeng di musim mudik dan arus balik lebaran tahun 2026 meningkat meskipun harga dibandrol lebih mahal dari hari biasa yakni 45 ribu rupiah pertusuk namun pembeli tetap ramai.
“Musim lebaran banyak,kebanyakan buat oleh oleh,”Kata Agus Pedagang Sate Bandeng.
Sate bandeng memang memiliki cita rasa yang berbeda sehingga selalu digemari oleh para pelancong sebagai oleh oleh khas Banten.**














































